Jumat, 06 November 2009

Pelupa, Tapi Berprestasi


PELUPA adalah "penyakit" yang sering mendera siswa kelas III IPA 2, Trismelyana. Meski mengaku pelupa, putri pasangan Yusuf Kira dan Rice ini bisa meraih predikat siswa berprestasi di sekolahnya.

Sejak tercatat sebagai siswa di SMA Negeri 7 Makassar, Tris, begitu ia disapa termasuk unggul di bidang akademik.
Ini terbukti dengan peringkat yang diraihnya selama ini yang hanya bermain di peringkat I dan II. Tak hanya itu, Tris juga mewakili sekolah dalam paskibra Kota Makassar.
Untuk menyiasati kebiasaan pelupanya, maka Tris punya trik-trik khusus. Sepulang sekolah, ia rutin mengulangi semua pelajaran di sekolah sekitar 10 menit. Tiap subuh juga ia gunakan untuk belajar. Menurut siswa kelahiran Makassar, 19 Mei 1992 ini dalam hal belajar, ia butuh ketenangan suasana.
"Daya tangkap saya cepat, namun saya cepat pula lupa. Justru itu saya selalu mengulang-ulang pelajaran di rumah sekitar 10 menit. Mengenai cara belajar, saya terbiasa belajar dalam suasana yang tenang, kalaupun ada musik maka musik-musik yang melo, serta tanpa lagu," katanya.
Siswa yang hobi makan dan menulis cerpen itu kini berencana mengatur rutinitas hariannya. Ia pun sudah membeli buku agenda. "Saya ada niat untuk mengatur jadwal saya. Di rumah saya punya buku agenda, namun belum terisi, " ujar anak ke-3 dari 3 bersaudara ini, sambil tertawa.
Untuk mewujudkan impiannya menjadi penulis dan ahli bahasa, maka Tris berencana melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi negeri dan mengambil jurusan hubungan internasional (HI). Siswa penyuka mata pelajaran bahasa Inggris inipun ingin terus mengembangkan kemampuan berbahasa Inggrisnya.
Main ke warnet juga kebiasaan Tris. Dalam seminggu biasanya tiga hingga empat kali surfing di dunia maya. Tapi bukan asal main facebook dan chating-chatingan loh? Ternyata Tris memanfaatkan fasilitas internet untuk hal-hal yang lebih positif, seperti membuka artikel-artikel, serta sejarah kehidupan.(hasriyani latif)

data diri
* Nama: Trismelyana
* Lahir: Makassar, 19 Mei 1992
Orang Tua
* Ayah: Yusuf Kira
* Ibu: Rice
* Status dalam keluarga: Anak ke-3 dari 3 bersaudara
* Kelas: III IPA 2
* Hobi: Makan, menulis artikel
* Cita-cita: Penulis dan Ahli Bahasa
* Prestasi:
- Peringkat Kelas
- Mewakili sekolah untuk paskibra kota Makassar

Penjelasan Sekolah
Ada Apotik Hidup di Sekolah
SEKOLAH kami menerapkan sistim pemberian penghargaan kepada siswa yang punya keunggulan di bidang prestasi dan tingkah lakunya. Penghargaan ini diberikan dalam bentuk piagam ataupun perlengkapan sekolah.
Beasiswa yang diberikan juga difokuskan kepada siswa yang kurang mampu. Namun tentunya tidak lepas dari prestasi siswa tersebut. Selain sebagai bentuk penghargaan, beasiswa ini juga diberikan untuk lebih memotivasi siswa dalam peningkatan prestasi, baik di bidang akademik, maupun non akademik.
Prestasi siswa juga sangat berkaitan erat dengan kualitas guru. Makanya, sekolah kami secara berkala mengikutkan guru dalam berbagai pelatihan, ataupun mendatangkan tenaga ahli dari luar dalam memberikan pelatihan kepada para guru.
Tambahan dua jam pelajaran usai jam pelajaran sekolah usai juga diterapkan di sekolah kami sejak dua bulan lalu. Untuk kelas 1 dan kelas 2 diberikan materi pengembangan diri, sedangkan khusus untuk kelas 3, diberikan penambahan materi.
Selain bahasa Inggris yang menjadi mata pelajaran wajib bagi semua siswa, sekolah kami juga ada program muatan lokal bahasa Arab. Sekolah kami punya potensi yang sangat bagus, pasalnya masih banyak lahan kosong di sekolah, dan alhamdulillah lahan-lahan yang tersedia sebagian dimanfaatkan sebagai apotik hidup. (cr4)

*H Muh Rusman Haeba MHum, Kepala SMA Negeri 7

Penjelasan OSIS
Party Jelang UAN
PROGRAM go green, seperti penanaman bibit pohon merupakan bagian kegiatan di sekolah kami. Selain telah menjadi program OSIS, juga sekaligus mendukung program pemerintah.
Kedisiplinan baik guru maupun siswa, kekompakan antar siswa, serta sarana olahraga, seperti lapangan yang tidak terpelihara adalah hal-hal yang perlu ditingkatkan di sekolah kami.
Sebelum ujian akhir nasional (UAN), OSIS berencana menggelar party. Tentunya party ini bukan sebagai ajang hura-hura remaja, namun selain menambah kekompakan diantara warga SMA Negeri 7, kegiatan ini juga bertujuan sebagai wadah pengembangan kreativitas siswa.
Tema yang kami usung di acara nantipun berkaitan dengan kreativitas siswa saat UAN. Di acara nanti akan disuguhkan tips-tips agar dalam menghadapi UAN, siswa tidak anarkis. Anarkis yang dimaksud adalah tidak percaya diri dengan menerima kunci jawaban. (cr4)

*Ananda A Syah Putra, Ketua OSIS

Penjelasan Pembina OSIS
Tak Mampu, Buku Digratiskan

TAK salah jika Patahuddin dijuluki sebagai guru berprestasi. Pasalnya, pria kelahiran Wajo, 4 Agustus 1965 ini disamping sukses jadi pembina OSIS, ia meraih penghargaan Satya Lencana tanda kehormatan dari presiden tahun 2003. Tak hanya itu, organisasi pramuka yang ia geluti membawanya meraih empat bintang penghargaan Panca Warsa selama empat kali berturut-turut untuk kategori pembina teladan tingkat nasional.
Gotong royong merupakan sistim yang ia terapkan, baik selaku guru maupun pembina OSIS. Selama menjadi guru di SMA Negeri 7 sekaligus pembina OSIS, ia mengaku tak pernah dapat kendala berat.
"Paling hanya persoalan dana. Namun itupun bisa diatasi karena sukarela dari siswa," katanya.
Alumni UNM progran studi PPKN ini juga menuturkan kebiasaan sharing dengan siswa. Siswa yang punya kendala dalam hal keuangan dalam membeli buku, misalnya. Siswa yang benar-benar mengalami kesulitan, akan mendapatkan buku gratis.
Patahuddin menambahkan bahwa tak hanya sekolah yang memberikan beasiswa kepada sekolah, namun dalam lingkup OSIS pun demikian.
"Bagi pengurus OSIS yang berprestasi di bidang akademik, yaitu peringkat I, II, dan III, maka siswa tersebut akan mendapat bingkisan langsung dari pembina OSIS. Tak hanya itu, Ketua OSIS dan MPK juga digratiskan biaya SPPnya. Ini sebagai bentuk ucapan terima kasih yang beasiswanya dari dana OSIS," katanya.
"Dalam hal mengajar, saya lebih banyak berinteraksi langsung dengan siswa. Dan siswa belajar menyimpulkan sendiri suatu pokok bahasan," tambahnya. (cr4)

*Haji Patahuddin, Pembina OSIS, Guru PPKN

Data Sekolah SMA Negeri 7
* Status Akreditasi: A
* Berdiri: 1982
* Jumlah Siswa: 771
* Guru + Staf: 69
* Kepala Sekolah: H Muh Rusman Haeba MHum
* Alamat: Jl Perintis Kemerdekaan Km 18, Makassar
* Telepon: (0411) 550404

Suka Musik Tapi Ikut Olimpiade Matematika

Dari tribun timur

SISWA berprestasi adalah gelar yang melekat bagi Dania di sekolahnya. Bagaimana tidak, selain menjadi peringkat umum di SD Swasta Kristen Elim, putri pasangan Hermawanto dan Heni ini juga selalu berpartisipasi dalam berbagai event.

Sebut saja, pernah ikut dalam lomba matematika se-kecamatan Tamalanrea, serta pernah juga ikut dalam olympiade matematika.
Ada hal yang unik bagi anak ke-2 dari 4 bersaudara ini. Pasalnya, nilai semester untuk mata pelajaran Agama Kristen yang wajib dipelajari setiap siswa di sekolah ini mencapai nilai 100.
Hebat kan?
Jelas hebat, karena Dania mampu mengalahkan murid sebayanya yang beragama Kristen, sedangkan ia sendiri berkeyakinan Buddha. Jelas ini juga sebuah prestasi bagi siswa yang hobi bulutangkis dan musik ini.
Dalam hal kecerdasan, hampir semua mata pelajaran ia kuasai. Daya tangkap yang cepat membuatnya tidak sulit dalam memahami setiap mata pelajaran. Bahkan, ia mengaku bahwa dalam belajar tidak terlalu serius, dalam artian seimbang antara belajar dan santai.
Jika mengalami kesulitan dalam belajar, Dania tak segan-segan berkonsultasi dengan gurunya. Inilah salah satu cara yang ia lakukan agar belajarnya lebih efektif.
Bisa menolong banyak orang, itulah alasan Dania yang kelak bercita-cita jadi dokter.
Untuk menunjang semua itu, baginya kecerdasan semata di sekolah tidaklah cukup, namun harus ditopang dengan aktivitas ekstern, seperti les privat dan rajin beribadah.
Untuk menyalurkan hobinya disamping olahraga, Dania sering menyempatkan waktunya di rumah untuk bermain piano. "Saya juga senang musik, kebetulan di rumah saya punya alat sendiri, nah itu saya manfaatkan untuk menyalurkan hobi saya," katanya. (hasriyani latif)

Kamis, 05 November 2009

Remaja Belanda dan Sex Sambil Lalu

Barter sex. Sex sebagai imbalan tas baru; sex demi sebungkus rokok. Perilaku sex remaja Belanda sekarang sudah bermacam ragam. Setidaknya sebagian remaja Belanda.

Dokumenter televisi Belanda baru-baru ini menunjukkan apa yang dikhawatirkan banyak orang. Cowok dan cewek dalam usia dini sudah melakukan sex. Ada anak-anak yang melakukan sex sambil lalu.

Menteri urusan Pemuda dan Keluarga Belanda menyatakan prihatin. Sudah berapa jelek kondisinya? Sudahkah remaja Belanda kehilangan moral dalam hal sex? Tampaknya sudah seperti apa yang dikatakan anak-anak dalam film dokumenter yang bernama Sex Sells berikut ini:

"Sekarang gampang sekali. Kalau kamu berusia 13 tahun dan saya bilang kamu dikasih minuman, kalau mau ngesex sama saya, ada orang yang mau lho... Di toilet tiba-tiba saya dengar seorang cewek bilang, sayang, di pantatku... Di diskotek banyak anak berusia 13 tahun, semuanya mabuk berat dan mereka tidak sadar lagi apa yang mereka lakukan. Andaikan dia tidak mabuk, maukah dia?"

Kemerosotan moral
Jadi, banyak remaja dalam film dokumenter Sex Sells, garapan wartawan Belanda Mildred Roethof. Dokumenter yang disiarkan di televisi nasional Belanda itu, kembali menyulut perdebatan tentang sexualitas remaja.

Sebenarnya ini bukan diskusi baru. Pada tiap zaman selalu terjadi pergulatan tentang sampai di mana para remaja boleh melanggar batas. Tetapi untuk kali pertama di negeri Kincir Angin ini, ada menteri yang bertanggungjawab terhadap pendidikan anak yakni Menteri urusan Pemuda dan Keluarga, André Rouvoet.

Menteri Rouvoet berasal partai kecil Kristen ortodoks, ChristenUnie. Rasa prihatinnya terhadap kemerosotan moral beberapa kelompok remaja mengenai sex didukung partai lain dalam koalisi yakni Partai Kristen Demokrat, CDA. Berikut Mirjam Sterk dari Partai Kristen Demokrat.

"Saya menganggapi ini masalah. Ada kelompok remaja Belanda yang bersedia melakukan sex dengan orang yang tidak dikenal, karena mau langganan HP atau mau dikasih webcam. Dan menganggap normal kalau ada anak berusia tujuh tahun melakukan sex. Kami prihatin tentang ini dan harus ada yang diperbuat".

Orangtua
Partai Kristen ortodoks dalam koalisi pemerintahan mendukung Menteri André Rouvoet dalam upaya mempengaruhi cara orangtua mendidik anaknya. Banyak di antaranya berpendapat, satu-satunya perbedaan antara debat saat ini dan diskusi sebelumnya dalam soal sexualitas kaum muda, adalah seberapa jauh kaum muda mau melakukan itu.

Ineke van der Vlugt adalah peneliti di Rutger Nisso Grup, kelompok pemikir independen yang menyebut diri pusat ahli sexualitas Belanda. Ia menyatakan pendapatnya mengenai dokumenter tersebut:

"Itu adalah gambar yang mengejutkan, namun secara bersamaan saya tahu dari penelitian, bahwa itu menyangkut prosentase kecil saja di kalangan kaum muda. Tetap, itu harus membuat kita khawatir. Kendati itu bukanlah gambaran umum kaum muda kita".

Ineke van der Vlugt juga menyatakan definisi perilaku sex yang tidak perlu dikhawatirkan.

"Sejauh kaum muda berhubungan sex dan menikmatinya serta memperhitungkan harapan dan batasan orang lain dan dirinya serta melakukannya dengan aman, maka itu tidak perlu dikhawatirkan".

Jadi tampaknya moral sex warga Belanda tidaklah begitu buruk. Namun politisi dan jurnalis haus akan cerita yang laris. Dan dalam hal ini dokumenter itu menampilkan sesuatu yang tepat yaitu penjualan sex.

Sumber :

Sabtu, 10 Oktober 2009

'Raja' TI Rusia Lindungi Dunia Cyber UGM

Fino Yurio Kristo - detikinet

Eugene Kaspersky (wsh/inet)
Yogyakarta - Eugene Kaspersky, pendiri dan CEO dari perusahaan keamanan Kaspersky Lab mengunjungi Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta. Pria asal Rusia ini mengadakan kuliah umum sekaligus mendonasikan berbagai solusi keamanan internet pada UGM.

Produk-produk yang didonasikan ke kampus ini meliputi Kaspersky Total Space Security (KTTS), yang merupakan solusi yang diusung perusahaan untuk konsumen Corporate, menyediakan keamanan bagi dekstop, server, mail-server, dan gateway. Total jumlah lisensi yang diberikan sekitar 8000 unit dengan total harga US$ 300.000.

"Universitas Gadjah Mada senang bekerja sama dengan Kaspersky Lab dalam rangka mengamankan sistem IT kami. Kami sangat memperhatikan peningkatan kejahatan cyber yang juga mengancam kehidupan sosial kami," kata rektor UGM, Prof. Ir. Sudjarwadi, M.Eng, Ph.D dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Eksekutif UGM, Drs Joko Moerdianto di Grha Sabha Pramana, Sabtu (10/10/2009).

Memang, kecenderungan yang ada saat ini adalah semakin banyak kalangan akademisi yang bergantung dengan internet untuk kelancaran aktivitas mereka. Padahal ancaman cyber di dunia maya makin melonjak intensitasnya.

"Saat ini, tidak mungkin bagi pelajar memajukan studi mereka tanpa dukungan TI dan internet. Donasi kami bertujuan menciptakan lingkungan TI yang aman untuk pelajar, dosen, dan staf administrasi dari universitas ini," tukas Eugene Kaspersky.

Pria yang menggandeng Jacky Chan sebagai bintang iklan Kaspersky ini juga menggarisbawahi kecenderungan orang memakai sistem operasi komputer yang tidak aman dengan alasan fleksibilitas. Orang cenderung memilih sistem yang mudah penggunaannya meski berisiko terkena serangan cyber. Untuk itu, perlindungan komputer kian penting perannya.

Eugene Kaspersky berada di Indonesia selama empat hari dalam rangkaian kunjungannya ke berbagai negara di Asia Tenggara. Di UGM, Kaspersky juga mengadakan kuliah umum pada ratusan mahasiswa.

( fyk / fyk )

Jumat, 18 September 2009

Planet Mirip Bumi Ditemukan di Luar Tata Surya

Ilustrasi planet

BEIJING, KOMPAS.com — Beberapa ahli astronomi telah menemukan planet berbatu di luar sistem tata surya kita, dengan kepadatan yang terbukti sama dengan Bumi, demikian laporan studi oleh satu tim Eropa.

Planet itu, yang dikenal sebagai COROT-7b, ditemukan pada Februari tahun ini oleh teleskop antariksa Eropa, COROT, yang telah melacak bintang tersebut yang diputarinya.

Planet itu berjarak sekitar 500 tahun cahaya dari Bumi di dalam gugus bintang Monoceros, Unicorn. Meskipun para ilmuwan telah mencari kehidupan di langit dalam waktu cukup lama, ada dugaan bahwa satu planet memerlukan permukaan padat untuk menunjang kehidupan.

Dari lebih 300 exoplanet yang dikenal, itu adalah planet pertama yang ditemukan yang tidak besar dan mengandung gas.

Temuan mengenai planet berbatu dengan kepadatan seperti Bumi membawa kita satu langkah lebih dekat untuk menemukan planet lain yang serupa dengan planet kita.

Meskipun planet itu sangat panas dan kekurangan air berarti tampaknya planet tersebut tak bisa menampung kehidupan, para ilmuwan mengatakan, hal itu tetap menjadi satu langkah penting karena itu memperlihatkan planet berbatu benar-benar ada.

Temuan tersebut akan diterbitkan di dalam jurnal Astronomy and Astrophysics, terbitan 22 Oktober.

Sabtu, 12 September 2009

DNA Juga Bisa Memacu Potensi Diri, lho...

Deoxyribunucleic Acid (DNA) selama ini selalu dikenal untuk mengidentifikasi garis keturunan. Padahal, DNA tak hanya bisa dipelajari dari sisi medis. Psikolog Miriati, Psi, mengungkapkan, DNA juga bisa disorot dari ilmu Psikologi. Apa manfaatnya? Ternyata, DNA bisa dioptimalkan untuk membangkitkan potensi diri. Mau tahu, bagaimana mengaktifkan DNA?

DNA terdiri dari zat kimia yang sifatnya basah yaitu adenine, guanine, cytosine dan thymine yang melekat pada fosfor dan gula. Bentuknya seperti tangga elips, memutar. Menurut Miriati, setiap manusia memiliki DNA/gen yang mempunyai potensi serupa. Memberikan pengaruh positif atau negatif, tergantung bagaimana pengaktifan oleh masing-masing individu.

"DNA itu terdapat di setiap inti sel tubuh. Semua manusia memilikinya. Perbedaannya, hanya karena masing-masing punya pilihan dan keinginan yang berbeda. Selain itu disebabkan masih adanya gen yang padat dan belum mencair. Sehingga, perlu di- on -kan," ujar Miriati, pada diskusi Mengoptimalkan Potensi Diri melalui Pengaktifan DNA/Gen, di MP Book Point, Jakarta Selatan, Kamis (10/9).

"Dengan kehadiran gen/DNA, setiap orang punya bakat dan potensi yang sama. Catatannya, harus membuka diri dengan berbagai kesempatan," lanjutnya.

Miriati mencontohkan, sikap penolakan selalu menjadi respon awal bila disodorkan sebuah kesempatan. Padahal, tawaran ini seharusnya direspon secara positif dan yakin bahwa setiap orang bisa melakukannya, meskipun tanpa pengalaman. Ketika kesempatan direspon positif, jelas Miriati, maka gen akan hidup.

"Setiap orang punya potensi, berapapun usianya. Untuk memaksimalkan potensi, setiap orang harus berpikir positif, bahwa dia bisa. Setiap orang punya muatan gen yang sama, tergantung bisa dibuka atau tidak. Kalau negative thinking , gen tidak akan terbuka," papar Miriati.

Bagaimana mengaktifkan DNA untuk potensi diri?

Ada beberapa cara untuk mengaktifkan DNA. Miriati memaparkan, setidaknya ada 6 karakter positif yang bisa ditumbuhkan pada setiap individu. Pertama, membuka diri untuk menyerap wawasan yang luas. Wawasan yang luas akan merangsang keinginan. Kedua, dengan keinginan atau dreams, bisa membangkitkan energi positif dalam diri.

Tak hanya dari diri sendiri, menghidupkan DNA juga bisa distimulus dari lingkungan sekitar. Cara ketiga, menginspirasi momen yang dijumpai.

"Seseorang bisa mengandalkan dirinya sendiri dengan apa yang ada didirinya. Dimanapun, kita bisa terinspirasi asal dalam hidup menghadirkan consciousness sehingga kita bisa memaknai suatu peristiwa," ujarnya.

Keempat, selalu berpikir positif, grab it first and do it ! Artinya, selalu berpikir positif atas setiap kesempatan baru. Dan kelima, selalu melakukan latihan terus menerus sehingga pengaktifan DNA akan bisa dimunculkan secara spontan dan berimplikasi positif bagi potensi diri.

Miriati juga mengingatkan, jika memiliki mimpi atau keinginan, berbagilah dengan orang-orang yang diyakini bisa memberikan dorongan. Dorongan positif yang yang didapatkan akan memacu DNA aktif. "Jangan cerita sama orang yang belum-belum sudah memadamkan semangat Anda," kata Miriati.

Mencari Cara Memprediksi Gempa Bumi

Apakah gempa bumi dapat diprediksi? Tantangan ini hingga kini belum terjawab. Namun, berbagai cara dilakukan, baik dengan menangkap fenomena alam maupun secara ilmiah. Belakangan ini tengah dicoba pengembangan deteksi kegempaan menggunakan gravimeter. Alat ini dilengkapi dengan sebuah sistem superkomputer yang disebut Superconducting Gravimeter (SG).

Bumi bukanlah benda statis, tetapi seperti mengalami dinamika. Pada inti atau mantelnya terjadi pasang surut atau pemuaian dan penyusutan. Proses ini dipengaruhi pula oleh tarik-menarik dengan planet di sekitarnya, terutama Matahari dan Bulan.

Perubahan kondisi Bumi ini dapat dipantau dengan parameter yang bekerja di dalamnya, seperti medan gravitasi, medan magnet, kelistrikan, suhu, porositas, atau kandungan air di permukaan tanah.

Dijelaskan Fauzi, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, tekanan lempeng menyebabkan penekanan rongga-rongga di lapisan Bumi. Hal ini menyebabkan keluarnya air ke permukaan.

Sejak September tahun lalu Stasiun Pengamatan Gaya Berat Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) bekerja sama dengan perguruan tinggi di Jepang menerapkan Superconducting Gravimeter (SG).

Parluhutan Manurung, Kepala Bidang Medan Gaya Berat dan Pasang Surut Bakosurtanal, menjelaskan, alat ini merupakan bagian dari Global Geodynamics Project (GCP).

Keberadaan stasiun ini di Indonesia sangat penting karena merupakan satu-satunya di khatulistiwa dan kawasan tektonik paling aktif di dunia. Jumlah alat ini terbatas, hanya 25 unit yang tersebar dalam jejaring Stasiun SG Global.

Alat GCP berfungsi memonitor terus-menerus perubahan medan gaya berat atau gravitasi Bumi dari detik ke detik hingga tahunan. Alat ini memantau sinyal perubahan nilai gaya berat secara kontinu selama enam tahun sampai diperoleh empat parameter.

Sejak teori gravitasi dilontarkan Isaac Newton 300 tahun lalu, pemahaman tentang gravitasi meningkat dan dikembangkan sistem pemantauan fenomena gravitasi Bumi. Sistem itu lalu dimanfaatkan untuk tujuan ekonomi, mencari sumber daya mineral dan minyak bumi.

Superconducting Gravimeter merupakan alat pengukur perubahan gaya berat atau gravitasi Bumi dengan kepekaan sangat tinggi—fraksi satu permiliar kali atau nano Gal. Dengan kemampuan ini, alat yang ditempatkan di permukaan Bumi itu dapat menangkap sinyal peubah mulai dari aktivitas inti Bumi hingga ke permukaan Bumi.

Alat ini mampu memantau sinyal perubahan gaya berat atau gelombang gravitasi yang disebabkan oleh aktivitas inti Bumi dan pengaruhnya terhadap gravitasi di permukaan hingga diperoleh gambaran tentang dinamika Bumi.

SG memiliki keunggulan, yaitu dapat memantau perubahan gravitasi dengan kepekaan yang tinggi dan memberi gambaran interaksi perubahan massa atmosfer sesuai kondisi cuaca.

Selain itu, digunakan untuk memantau perilaku kerak bumi yang dipengaruhi konstelasi Bumi terhadap planet lain yang berperan dalam memicu gempa bumi. Alat ini dapat mendeteksi gempa kecil dan besar.

Sistem SG yang terpasang di Kantor Bakosurtanal Cibinong, sejak September 2008 dapat memantau gempa Gorontalo, Desember tahun lalu, dan gempa Tasikmalaya, Rabu (2/9).

Pengukuran gaya berat di Indonesia, ujar Kepala Bakosurtanal Rudolf W Matindas, telah lama dilakukan oleh perusahaan minyak di Jawa dan Sumatera. Namun, cakupannya tergolong sempit.

Data itu selama ini dirahasiakan perusahaan itu karena dapat mengungkap kondisi lapisan permukaan Bumi yang memiliki cekungan minyak. Sementara itu, di luar Pulau Jawa dan Sumatera boleh dibilang hingga kini minim data gaya berat, bahkan Papua masih tergolong blank area.

Penyediaan data gaya berat secara nasional untuk keperluan pembangunan di daerah dilakukan Bakosurtanal dengan menggandeng Denmark Technical University.

Untuk mempercepat survei gravitasi ini dipilih wahana pesawat terbang, yang menurut Koordinator Survey Airborne Gravity Indonesia (SAGI) 2008 Fientje Kasenda, memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan survei di darat atau teresterial dan satelit.

Dengan pesawat terbang, jangkauan lebih luas dan cepat untuk medan yang berat, seperti hutan, pegunungan, dan perairan dangkal hingga pesisir.

Selain itu, juga ada kesinambungan data antara laut dan darat. Resolusi data lebih baik dibandingkan dengan data satelit. Biaya pun lebih rendah.

Dalam program Bakosurtanal, tutur Matindas, SAGI tahap pertama dilakukan di seluruh Sulawesi yang topografinya kompleks. Diharapkan, survei gaya berat dan pembuatan peta seluruh Indonesia ini selesai 2012.